<$BlogRSDUrl$>
*)My Page

Jadie, The Ghost Girl

Wednesday, November 24, 2004

Baru saja saya menyelesaikan buku psikologi-distorsi nya Torey (Torey Hayden, red) yang berjudul Ghost Girl. Buku yang dalam edisi bahasa indonesia diberikan judul "Jadie, Tangis Tanpa Suara" cukup membuat saya terpaku dengan segala macam problematika yang timbul dari elective mutism (keengganan bicara).

Buku ini mengisahkan tentang pengalaman Torey sebagai guru dikelas khusus pada sebuah daerah di Midwestern town. Di sana Torey bertemu dengan Jadie yang mempercayai dirinya sebagai seorang hantu dengan segala macam permasalahan psikologi yang membuat saya sebagai pembaca bergidik. Perilaku dan tutur kata Jadie yang digambarkan di Ghost Girl terus terang membuat saya amat terkejut karena dilakukan oleh seorang Jadie yang baru berumur 8 tahun!.

Terbayang selalu di benak saya, betapa sabarnya Torey yang harus di maki maki oleh Jeremiah, indian kecil yang omongannya kadang tak pada tempatnya. Sabarnya Torey pula ketika menghadapi Reuben yang akustik, Phillip yang kecanduan obat sejak lahir, dan kasihnya Torey ketika ia harus mendulang Brucie sekaligus mengganti popoknya amat membuat hati kecil saya tersentuh. Terlebih dengan ribuan perhatian, kasih sayang dan kesabaran Torey yang mendampingi Jadie dari sikap membisunya hingga ia mau berbicara*.

Dari pengalaman Torey ini, kembali saya disadarkan bahwa apapun permasalahan yang timbul pada jiwa anak insya allah akan dapat diselesaikan dengan baik dengan bekal cinta, kasih sayang dan kesabaran yang luar biasa. Cinta dan kasih sayang mungkin pasti telah kita miliki sebagai orang tua, namun berlaku sabar yang luar biasa, saya pikir amatlah tidak mudah melakukannya. It's true, that's not easy, but we can learn it, saya amat yakin akan hal itu. Bila Torey dapat memiliki kesabaran yang luar biasa, tentu kitapun dapat belajar memilikinya (amiiin).

Membaca kisah Jadie juga membuat rasa syukur saya padaNya bertambah. Betapa Dia teramat baik pada saya dengan menghadiahkan tiga anak manis, yang tak kurang suatu apa (amiinn). Mungkin Dia mengetahui, ilmu kesabaran saya kini belum mencukupi untuk diamanahkan titipanNya yang membutuhkan perhatian khusus. Teramat saya kagum pada rekan rekan orang tua yang dihadiahkan rasa sabar dan perhatian luar biasa sehingga dapat mendampingi amanahNya yang berperilaku sedikit berbeda. Semoga saya dapat sedikit memiliki lautan kesabaran yang mereka miliki, amin.

*Jadie kini berusia sekitar 20 th, wanita yang teramat pandai dan sedang menempuh pendidikan doktoral in medieval English Literature. Hingga kini ia sulit membicarakan masa kecilnya. Torey pun sampai sekarang tak mengerti apa sesungguhnya yang terjadi pada Jadie.