<$BlogRSDUrl$>
*)My Page

Tiga Tahun Yang Telah Berlalu...

Monday, August 16, 2004

Tiga tahun yang berlalu begitu cepat.
Tiga tahun yang terisi dengan marah, canda dan tawa.
Tiga tahun kembali ku belajar menjadi seorang ibunda.

(untuk permata ayah dan ummi: Yahya Abdul Aziz)


Tiga tahun yang telah berlalu adalah tiga tahun yang amat mengesankan bagi ayah dan ummi. Tiga tahun yang di awali dengan lahirnya yahya ke dunia ini, hingga tiga tahun usia yahya di dinihari 15 agustus 2004 yang lalu, adalah tiga tahun yang penuh suka dan kegembiraan dengan adanya yahya di kehidupan ayah dan ummi.

Sejak yahya kecil, yahya memang teramat lucu. Terlebih dengan dibungkus badan gendut dan montok yang selalu mengingatkan ummi pada poster bayi No Problem kala ummi masih kuliah dulu. Saat dahulu yahya masih belum terlalu tertarik dengan permainan yang emas tekuni, yahya masih teramat di sayangi oleh emas yusufnya. Sama sekali tak ada permasalahan cemburu di diri emas karena ia memang begitu sayangnya pada yahya. Emas selalu mengajak yahya bercanda atau sekedar melucu agar yahya tertawa tawa. Ah..betapa manisnya bila mengingat saat saat itu.

Sejak dulu yahya memang tak banyak menyusahkan ummi. Yahya pun amat anteng mendampingi ummi kala ummi dipusingkan dengan pengerjaan thesis di ruang institut dulu. Bahkan kala belajar makan dan berjalan yahya lakukan di ruangan kecil itu, tanpa ada kerewelan.

Yahya tumbuh berkembang dengan pesat. Sepertinya 16 bulan yang lalu tatkala kami sekeluarga pindah ke kota ini, yahya yang baru berusia 20 bulan baru saja lancar berlari. Kini yahya bahkan tak hanya berlari, namun memanjat dan meloncat tinggi sudah jadi salah satu keahlian yang yahya punyai. Anak ayah ummi kini bahkan teramat mandiri. Semua hal, selalu ingin yahya coba lakukan sendiri. Dari mengambil makanan dan minuman di kulkas dan lemari hingga sikat gigi dan menyiram bunga, selalu yahya lakukan sendiri . Bahkan tingginya kulkas dan lemari tak menjadi halangan bagi yahya untuk tak meminta bantuan pada ummi, karena yahya dengan sigapnya akan menggeser kursi makan ke arah yang diingini. Ummipun harus berusaha menahan sabar dan tak marah berkelanjutan bila harus menghadapi kekeraskepalaan kemandirian yahya. Tumpahnya jus buah dari gelasnya, terbuangnya pasta gigi dari sikatnya, melubernya air dari wadah penyiram bunga, dan banyak kejadian sejenis lainnya adalah satu kepastian yang ummi temui di hari hari bersama yahya. Bahkan bantuan yang sebenarnya yahya perlukan, disambut dengan muka cemberut serta ngambek yang kadang malah membuat ummi bingung dan pusing :). Kadang munculpun omelan ummi karena lebih dari lima kali sehari ummi harus mengepel di sana sini: yang kemudian biasanya diikuti rasa bersalah di diri ummi, mengapa harus marah pada perbuatan yahya yang sedang berusaha belajar menjadi manusia.

Ah yahya anak ayah ummi, dirimu kini sudah semakin besar. Engkaupun ummi yakini akan jadi mas yang baik bagi dek iie yang masih kecil ini. Yahya begitu melindungi dek iie, senang membantu ummi bila ummi butuh pertolongan yahya untuk mengambil ini itu peralatan dek iie, bahkan yahya pun siap menjadi badut kecil yang mampu membuat dek iie tertawa terbahak bahak kala ummi masih bersibuk diri. Namun ummi pun mafhum, yahya pun masih kecil. Karenanya di sela keakraban dan cium sayang yahya pada dek iie, munculnya keributan kecil tatkala dek iie berusaha mengganggu yahya yang sedang berkonsetrasi terhadap sesuatu, amat ummi maklumi. Kebutuhan yahya untuk sesekali memiliki ummi dan ayah seorang diri, itupun berusaha ummi ayah penuhi.

Yahya anak ayah ummi, ummi pun yakin yahya akan dapat menjadi adik yang menyenangkan bagi emas yusufmu. Di sela pertengkaran yang kalian alami, umumnya selalu ditutup oleh keakraban dan saling sayang melalui ciuman di antara kalian berdua. Mengamati saat kalian duduk berdua di depan komputer tatkala bersama bermain Lernsoftware ataupun ketika kalian melakukan aktivitas bersama lainnya, sering membuat ummi terharu dan menerawang. Akankah kebersamaan ini dapat ummi lama nikmati? Siapkah ummi bila satu saat kalian pergi meninggalkan ummi? Apa rasanya bila rumah menjadi sepi tanpa jeritan dan tawa kalian semua. Pertanyaan tak berjawab lainnya memenuhi pikiran ummi.

Yahya anak ayah ummi, tengah bulan ini yahya genap berusia tiga tahun. Tiga tahun sudah yahya berada bersama kami. Maafkan salah dan khilaf yang ayah ummi lakukan pada yahya selama ini. Doakan ayah ummi nak, agar kami berdua dapat menjadi orang tua yang baik bagi yahya serta emas dan adikmu. Doakan ayah ummi agar dapat selalu mengajarkan nilai kebaikan dan kebenaran selalu. Doakan ayah ummi agar dapat menunaikan amanah yang ALloh titipkan pada kami di diri yahya, emas yusuf dan dek iie. Doakan ayah ummi agar dapat mendidik yahya, emas dan dek iie menjadi muslim dan muslimah yang baik; yang selalu dapat membuat amal jariyah ayah ummi pada kalian bertiga mengalir selalu, walau ayah ummi tak lagi berada di dunia bersama dirimu. Ah nak, ummi selalu berdoa..semoga kala yahya, emas yusuf dan dek iie dewasa nanti , kalian cahaya mata kami, dapat melantunkan doa untuk ayah dan ummi..

"Ya ALloh..sayangilah ayah dan ummi, sebagaimana ayah dan ummi menyayangi kami semua, saat kami kecil dahulu"

Selamat menempuh tiga tahun hidup di muka bumi permata kami, yahya abdul aziz. Semoga Rohman dan KasihNya selalu mengiringi langkah yahya selalu. Amin.