Hati Yang Makin Membeku
Tuesday, June 29, 2004
Amat bijaksana rosul bersabda,
Ciptakan lingkungan yang baik untuk keluarga,
Jadikan kitab dan sunnah sebagai pelita,
Tanpanya keluarga akan musnah,
Hanya ada cahaya yang makin meredup muncul darinya.
Salah satu rutinitas yang saya lakukan di pagi hari adalah mendengarkan berita di sela sela menyiapkan sarapan pagi buat keluarga. Secara lalu saya memang telah mendengar adanya kasus penemuan mayat anak 6 th yang ditemukan polisi di lemari beku orang tuanya. Sayangnya berita itu tidak terlalu lengkap sehingga saya tidak begitu mengerti jalan cerita yang terjadi. Di berita siang hari, baru saya dapat kembali mendengarkan detail rinci berita tersebut. Seorang anak meninggal karena kurang gizi di usia menjelang 7 th, dan oleh orang tuanya di simpan di lemari pembeku selama 2,5 th tanpa ada yang perduli utk tahu, entah itu kantor yang mencatat pendaftaran sekolah (karena anak tsb sudah masuk usia sekolah), kantor sosial (karena keluarga itu mendapatkan tunjangan sosial), kantor pekerjaan (tempat si orang tua mememperoleh uang anak) ataupun sekolah terdekat (yang semestinya berkewajiban mendatango calon murid bila anak tsb ada di wilayah kerja sekolahnya) dan tetangga terdekat. Tak ada yang perduli, tak ada yang mau tau mengapa anak tsb tidak pernah masuk sekolah selama 2,5 th, tak ada yang merasa kehilangan. Hanya ketika ada urusan ttt yang menyebabkan polisi harus memerika pelosok rumah, baru mayat anak tsb ditemukan membeku.
Betapa menyedihkan.
Entah apa yang terjadi di dunia. Orangpun kadang tak mau tau betapa menjadi kewajibannnya membimbing dan mengasuh serta memelihara anak yang telah diamanahkan padanya. Kasihan sekali kadang saya melihat anak2 kecil di sini yang kadang hadir tanpa diharapkan, yang kadang hadir dari kejadian yang tidak direncanakan, dan yang kadang hadir hanya untuk sekedar menjadi penyelamat keuangan keluarga. Mengapa harus bocah bocah kecil itu yang menjadi korban kelalaian dan ketidakmautahuan orang tuanya. Mengapa harus mereka yang harus menjadi tahu bahwa kehadirannya di dunia sama sekali tak di harapkan dan harus menanggung seumur hidup sesal orang tuanya.
Entah apa yang terjadi di dunia. Orangpun kadang tak perduli apa yang dilakukan oleh orang lain, terlebih apa yang dilakukan oleh anak orang lain. Tak ada kontrol sosial di sini. Masyarakat tumbuh menjadi sekelompok orang yang tak peduli dengan keadaan orang lain. Individualistis makin menjadi pilihan hidup orang orang yang bertempat tinggal di sini tanpa ada yang menyadari bahwa itu akan membunuh kehidupan mereka.
.........................
Dan akhirnya tak kunjung henti ucapan syukur padaNya karena kami telah dianugerahi dien ini. Telah dibimbing lewat hukum dan aturanNya melalui firmanNya dan sunnahnya yang sedemikian sempurna. Telah diberi kesadaran bahwa hadirnya anak adalah amanah yang tak ternilai dan dapat membawa orang tuanya ke taman pahala. Telah diberikan nasehat bahwa bermasyarakat adalah kebutuhan. Telah diberikan peringatan bahwa kehidupan di dunia adalah cobaan dan kefanaan. Terimakasih ALloh, dan sudilah Engkau membimbing kami yang lemah ini.
Betapa menyedihkan.
Entah apa yang terjadi di dunia. Orangpun kadang tak mau tau betapa menjadi kewajibannnya membimbing dan mengasuh serta memelihara anak yang telah diamanahkan padanya. Kasihan sekali kadang saya melihat anak2 kecil di sini yang kadang hadir tanpa diharapkan, yang kadang hadir dari kejadian yang tidak direncanakan, dan yang kadang hadir hanya untuk sekedar menjadi penyelamat keuangan keluarga. Mengapa harus bocah bocah kecil itu yang menjadi korban kelalaian dan ketidakmautahuan orang tuanya. Mengapa harus mereka yang harus menjadi tahu bahwa kehadirannya di dunia sama sekali tak di harapkan dan harus menanggung seumur hidup sesal orang tuanya.
Entah apa yang terjadi di dunia. Orangpun kadang tak perduli apa yang dilakukan oleh orang lain, terlebih apa yang dilakukan oleh anak orang lain. Tak ada kontrol sosial di sini. Masyarakat tumbuh menjadi sekelompok orang yang tak peduli dengan keadaan orang lain. Individualistis makin menjadi pilihan hidup orang orang yang bertempat tinggal di sini tanpa ada yang menyadari bahwa itu akan membunuh kehidupan mereka.
.........................
Dan akhirnya tak kunjung henti ucapan syukur padaNya karena kami telah dianugerahi dien ini. Telah dibimbing lewat hukum dan aturanNya melalui firmanNya dan sunnahnya yang sedemikian sempurna. Telah diberi kesadaran bahwa hadirnya anak adalah amanah yang tak ternilai dan dapat membawa orang tuanya ke taman pahala. Telah diberikan nasehat bahwa bermasyarakat adalah kebutuhan. Telah diberikan peringatan bahwa kehidupan di dunia adalah cobaan dan kefanaan. Terimakasih ALloh, dan sudilah Engkau membimbing kami yang lemah ini.
*)My Page





