Dua Tahun Ayahanda Pergi
Friday, June 04, 2004
Kematian ibarat pintu
Pintu Kepergian dari dunia fana ini
Pintu Kedatangan di alam keabadian nanti
Tak terasa sudah dua tahun menjelang ayahanda saya pergi menghadap keharibaanNya. Dua tahun yang panjang bagi saya untuk makin membuka mata hati, bahwa dunia adalah satu bentuk kefanaan yang satu saat akan saya tinggalkan. Dua tahun yang panjang untuk melatih kesabaran pada diri saya untuk ikhlash melepas kepergian sosok yang saya cintai dan menemani diri sejak saya membuka mata di bumi ini hingga saya masuk ke alam kehidupan dewasa ini.
Di malam ini, satu hari setelah ulang tahun ayahanda tercinta, kembali melintas di rekaman memori, kejadian kejadian yang pernah saya alami bersama beliau. Di satu sisi membuat hati ini diselimuti kesedihan yang mendalam karena saya harus menghadapi kenyataan bahwa saya tak kan pernah berada dalam pelukan beliau dan menikmati elusan tangannya di kepala ini, di sisi yang lain muncul keharuan sekaligus kegembiraan di hati karena memori tersebut membuat saya kembali menikmati masa masa kegembiraan bersama beliau di masa lalu.
Terlalu banyak kenangan yang saya lalui bersama ayahanda. Beliaulah yang menemani diri saya memasuki alam kedewasaan. Beliaulah saksi perjalanan kehidupan saya dan motivator setia di balik segala kesuksesan yang saya raih. Melalui beliau saya belajar langsung arti kejujuran dalam melakukan segala hal, walau kadang harus di bayar dengan kesulitan, kesusahan serta rasa sedikit luka di hati. Dari beliau saya belajar makna bekerja kerasa dan pantang untuk berputus asa dalam meraih impian yang telah saya tanam. Bersama beliau saya mengetahui pentingnya menjalin senyum dan keramahan dalam menghadapi orang orang kecil yang mungkin tak punya makna di mata orang lain. Banyak sekali pelajaran hidup yang secara sengaja ataupun tak sengaja saya ambil dari beliau , pun dari segala kekurangan yang beliau miliki. Betapa ia amat berpengaruh di hidup saya, tanpa kadang saya sadari.
Dua tahun menjelang beliau pergi.
Semoga ALloh memudahkan beliau menjalani hidup di alam akhirat yang kini beliau jalani.
Semoga ALloh berkenan memberikan pada beliau gambaran kenikmatan yang akan dinikmati sebagai ganjaran kebaikan yang telah ia usaha berikan pada kami.
Semoga ALloh meringankan segala kesalahan yang beliau lakukan di dunia dan berkenan memaafkannya.
Semoga ALloh memberikan kekuatan kepada saya untuk tetap menjalani amal jariyah beliau kepada saya, sehingga tabungan pahala beliau dapat selalu kuncup dan berbunga,
Semoga ALloh berkenan satu saat mengumpulkan saya (dan kami sekeluarga) di dalam limpahan Kasih SayangNya di dalam jannahNya..
Dua tahun menjelang dirimu pergi ayahanda. Namun potret diri serta ajaran kebijakan ayah selalu mengiringi nanda dalam meniti masa masa tua. Walau nanda tak dapat kembali menjumpai ayah di dunia ini, doa untukmu selalu ada di tiap sujud-sujudku padaNya. Pun di saat ku menemani cucu cucu ayah menjelang pergi tidur; di sana kusenandungkan doa yang mamah ajarkan pada kami di kala kami kecil;
"Ya Alloh selamatkanlah ayah dalam tugas,
dan berhasilkanlah usahanya.
Ya ALloh selamatkanlah kami sekeluarga,
di dunia dan di akhirat.
Amin"
Semoga kamboja itu, selalu kuncup dan berbunga,
Sebagaimana mengalirnya amal jariyah yang telah ayah lakukan di dunia,
Sayangilah beliau Robbku,
Sebagaimana beliau menyayangiku di masa kecilku,
Amin.
Di malam ini, satu hari setelah ulang tahun ayahanda tercinta, kembali melintas di rekaman memori, kejadian kejadian yang pernah saya alami bersama beliau. Di satu sisi membuat hati ini diselimuti kesedihan yang mendalam karena saya harus menghadapi kenyataan bahwa saya tak kan pernah berada dalam pelukan beliau dan menikmati elusan tangannya di kepala ini, di sisi yang lain muncul keharuan sekaligus kegembiraan di hati karena memori tersebut membuat saya kembali menikmati masa masa kegembiraan bersama beliau di masa lalu.
Terlalu banyak kenangan yang saya lalui bersama ayahanda. Beliaulah yang menemani diri saya memasuki alam kedewasaan. Beliaulah saksi perjalanan kehidupan saya dan motivator setia di balik segala kesuksesan yang saya raih. Melalui beliau saya belajar langsung arti kejujuran dalam melakukan segala hal, walau kadang harus di bayar dengan kesulitan, kesusahan serta rasa sedikit luka di hati. Dari beliau saya belajar makna bekerja kerasa dan pantang untuk berputus asa dalam meraih impian yang telah saya tanam. Bersama beliau saya mengetahui pentingnya menjalin senyum dan keramahan dalam menghadapi orang orang kecil yang mungkin tak punya makna di mata orang lain. Banyak sekali pelajaran hidup yang secara sengaja ataupun tak sengaja saya ambil dari beliau , pun dari segala kekurangan yang beliau miliki. Betapa ia amat berpengaruh di hidup saya, tanpa kadang saya sadari.
Dua tahun menjelang beliau pergi.
Semoga ALloh memudahkan beliau menjalani hidup di alam akhirat yang kini beliau jalani.
Semoga ALloh berkenan memberikan pada beliau gambaran kenikmatan yang akan dinikmati sebagai ganjaran kebaikan yang telah ia usaha berikan pada kami.
Semoga ALloh meringankan segala kesalahan yang beliau lakukan di dunia dan berkenan memaafkannya.
Semoga ALloh memberikan kekuatan kepada saya untuk tetap menjalani amal jariyah beliau kepada saya, sehingga tabungan pahala beliau dapat selalu kuncup dan berbunga,
Semoga ALloh berkenan satu saat mengumpulkan saya (dan kami sekeluarga) di dalam limpahan Kasih SayangNya di dalam jannahNya..
Dua tahun menjelang dirimu pergi ayahanda. Namun potret diri serta ajaran kebijakan ayah selalu mengiringi nanda dalam meniti masa masa tua. Walau nanda tak dapat kembali menjumpai ayah di dunia ini, doa untukmu selalu ada di tiap sujud-sujudku padaNya. Pun di saat ku menemani cucu cucu ayah menjelang pergi tidur; di sana kusenandungkan doa yang mamah ajarkan pada kami di kala kami kecil;
"Ya Alloh selamatkanlah ayah dalam tugas,
dan berhasilkanlah usahanya.
Ya ALloh selamatkanlah kami sekeluarga,
di dunia dan di akhirat.
Amin"
Semoga kamboja itu, selalu kuncup dan berbunga,
Sebagaimana mengalirnya amal jariyah yang telah ayah lakukan di dunia,
Sayangilah beliau Robbku,
Sebagaimana beliau menyayangiku di masa kecilku,
Amin.
*)My Page





