<$BlogRSDUrl$>
*)My Page

Butterfly Effect dan Pelajaran Hidup

Thursday, May 20, 2004

Lalu adalah sejarah, yang tak kan pernah terjadi
Kini adalah pilihan, yang harus dijalani
Esok adalah harapan, yang dapat diperbaiki


Karena kemarin siang saya secara tidak sengaja tertidur selama menemani anak anak bobo siang, maka ketika saya terbangun malam, mata sulit sekali untuk kembali dipejamkan. Karenanya saya memutuskan untuk sholat dan sedikit membaca di ruang keluarga, yang kebetulan kami tertidur di sana pada malam harinya. Namun mata ini tak jua terpejam, , maka saya memutuskan untuk menonton dvd teman, yang kebetulan baru saja dipinjamkan. Awalnya saya tidak begitu tertarik terhadap pinjamam dvd dari teman saya karena sepertinya koleksi dvd yang dipinjamkan didominasi oleh film2 kartun dan action ,yang kebetulan tidak begitu saya suka. Namun secara tak sengaja saya melihat satu buah dvd yang kelihatannya memiliki judul yang menarik..Butterfly Effect. Sekilas dari cover penutupnya seperti film thriller yang menjadi salah satu kegemaran saya, tapi elihat judulnya tak lain seperti judul film2 romantis. Karena ingin membuktikan persangkaan saya, maka saya memutuskan untuk menontonnya. Alur ceritanya menarik. Menceritakan seorang pemuda yang berusaha mengubah keadaan masa lalu yang melingkupi orang2 yang ada di dekatnya: temannya, kekasihnya dan ibunya. Pengubahan masa lalu melalui penciptaan daya imajinasi di beberapa pilihan yang ada menyebabkan ia harus menanggung beberapa konsekuensi yang terjadi di dirinya; bergantian suka dan dukanya. Namun ia tak pernah puas, karena kondisi 100% yang ia harapkan tidak pernah terwujud. Ia terus mencari titik dimana ia harus melakukan perubahan agar keadaan orang yang ia cintai menjadi semakin baik di masa kini dan masa datang. Pilihan keadaan dan perubahan yang ia jatuhkan kadang berkonsekuensi tidak seperti yang ia harapka. Dan di akhir cerita ia menemukan satu pilihan, satu titik waktu dimana ia dapat melakukan perubahan yang menyebabkan orang2 yang ia cintai mengalami masa yang menyenangkan dengan melakukan pengorbanan pada dirinya; pilihan yang berat dimana ia harus segera berpisah dengan kekasihnya di saat mereka baru pertama kali bertemu, yaitu ketika mereka masih kecil.

Dari skenario film yang ada--walaupun mungkin tidak terlalu berhubungan langsung-- membuat saya kembali mengingat nasihat Rosululloh yang mengatakan ab und zu : janganlah kamu berandai2 dan berkalau2 di kejadian masa lalu yang telah terjadi, karena di kalau itulah terdapat satu pintu masuk syetan untuk menggodamu. Memang benar, kadang manusia secara tidak sengaja sering berharap agar kejadian yang telah berlalu dapat terulang lagi sehingga ia dapat berbuat lebih baik atau mengubah keadaan yang telah berlalu sesuai dengan isi dan kata hatinya. Dan menyedihkannya , kadang kita pun secara tidak sengaja menilai bahwa keadaan yang telah berlalu dan kebetulan tidak memuaskan hati kita adalah akibat tidak adilnya Tuhan pada kita, karenanya seringakali melankolis pertanyaan "menagapa..mengapa ini harus terjadi..andaikan..andaikan aku dulu..." muncul. Satu pertanyaan yang akhirnya secara tidak sengaja menarik kita ke kondisi tak syukur nikmat atas kejadian yang telah ALloh takdirkan menimpa kita. Saya pikir, mungkin inilah kelemahan manusia yang kadang terlalu sombong untuk menilai apa yang paling baik seharusnya menimpa dirinya, tanpa mau berpikir lebih jauh bahwa Tuhan telah menciptakan skenario bagi kita, yang mungkin sudah terbaik untuk kita perankan. Satu skenario yang kadang mengharuskan kita menangis dan menyesali apa yang telah kita perbuat tanpa berprasangka Tuhan tidak adil pada kita. Satu jalan cerita hidup yang kadang mengharuskan kita berhadapana dengan kesulitan dan kegagalan agar mungkin kita dapat mengambil pelajaran darinya. Satu skript kehidupan dimana kita diberikan kebahagiaan dan kenikmatan di mana orang di lingkungan kita masih berada dalam selimut kemelaratan, mungkin tak lain agar kita senantiasa teringat bahwa hidup di dunia hanya sementara dan harta serta kekayaan tak lain merupakan ujian dan titipan dariNya. Semua kejadian hidup yang telah kita lalui pasti menyimpan satu nilai kebijakan dan manfaat bila kita mau menggalinya. Namun sayang, kadang kita terlalu sibuk untuk mau memikirkannya, atau bahkan kita terlalu berlaku sombong tak mau belajar dari hikmah pelajaran hidup yang telah berlalu? Entahlah..hanya hati nurani kita yang sanggup menjawab dg beningnya....